Sedih melihatnya mencari seumur hidupnya hingga tubuhnya renta dan pencariannya berakhir pada keraguan. Pelayanan luar biasa pada orang miskin sebagai wujud pelayanan dan kasihnya terhadap Tuhan. Dia menginginkan kerinduannya pada Tuhan terjawab dengan melakukannya. Tapi-tapi, hal itu berlawanan dengan keinginannya. Kehampaan dan kegelapan semakin menyelimutinya. Hingga harus menulis semua memoar kegelapannya dalam setiap halaman-halaman bukunya untuk mempertanyakan dan mengurangi beban batinnya. Dan ia masih mencari jawaban dari Tuhan mengenai penderitaannya. Tapi sungguh ironis lagi melihat seorang pendeta yang pernah Bunda Teresa melakukan pengakuan padanya. Dia telah mencapai derajat tinggi, entah itu melalui terang atau gelap itu tak masalah. Kemudian memberinya sedikit ketenangan dengan mngutip salah satu ayat. Bahwa penderitaan itu adalah kuasaNya, biarlah itu berlaku atasmu. Ditambah lagi pendeta itu mengatakan bahwa bunda sungguh bahagia di dalamnya. Jika ia telah mengalami pemenuhan untuk apa ia selalu berkeluh kesah dan datang padamu!. Hingga kematiannya ia menulis dengan penuh ragu, Apakah Tuhan ada!
Lihatlah! Hal yang sangat paradoks, yang gigih dan berkeras untuk mencari malah tak menemukan! Yang telah berhenti dan rileks malah menemukan, aneh! Akan ada penjelasan lanjutan. Semoga!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar